Senang sekali saya mengetahui anda sangat peduli dengan kesehatan organ kewanitaan. Untuk itu, saya persembahkan tulisan sederhana berisi informasi yang saya harap akan bermanfaat untuk anda dan pasangan anda….
Rekan pembaca, banyak wanita merasa risih dan malu dengan bau tak sedap di organ kewanitaannya.
Anda pasti bertanya, “Lho, mbak bukannya organ intim
wanita memiliki bau yang khas?”
Benar, vagina memang memiliki aroma khas yang sangat
halus. Artinya bila seorang wanita sedang bersama orang lain, tentunya orang lain
tersebut tidak akan membaui-aroma khas tersebut.
Nah, bila seorang wanitamendapati vaginanya timbul aroma atau bau yang lain, misalnya aroma amis, maka kondisi tersebut perlu
mendapatkan perhatian..
Satu perubahan aroma dapat mengindikasikan kondisi
kesehatan organ intim seorang wanita. Yang paling sering muncul sebagai tanda
adanya infeksi bakteri dan jamur adalah bau amis atau “fishy”. Bau ini juga mengindikasikan adanya infeksi karena tertular penyakit seksual. Biasanya kondisi ini
akan diikuti dengan keluarnya cairan tidak normal dari vagina.
1.
Ciptakan Pola Hidup Higienis
Meski sekali waktu wanita boleh agak cuek, namun
kebersihan tubuh wanita dapat memberi dampak yang amat besar pada aroma tubuh, khususnya aroma vagina. Hal ini tidak hanya penting untuk kehidupan seksual yang sehat, namun juga berpengaruh pada interaksi seorang wanita dengan keluarga, kerabat, kolega kerja, bahkan dengan orang asing yang melewatinya di jalan.
Mencuci vagina setiap kali setelah buang air ataupun
setelah melakukan hubungan pasutri adalah salah satu langkah hidup higienis. Namun perlu diperhatikan, jangan menggunakan pembersih seperti sabun yang berbau wangi atau ada
tambahan pelembab atau bahkan butiran srub yang katanya bikin vagina bersih dan
wangi.
Untuk mencuci sebaiknya gunakan pembersih khusus vagina
yang aman. Bilas dengan air hingga bersih dan keringkan dengan tisu tanpa
parfum yang lembut. Jangan menggunakan handuk. Handuk biasanya lembab karena
dipakai setiap hari, sehingga kemungkinan muncul jamur sangat besar.
2.
Kenakan Celana Dalam Berbahan Katun dan Tidak Ketat
Memang, saat ini banyak model celana dalam yang lucu dan menggoda. Namun, seorang wanita harus paham bahwa bahan sintetis sangat tidak menyehatkan bagi vagina pemakainya. Model yang ketat dengan peredaran udara yang kurang lancar ternyata memberi andil munculnya aroma tak sedap pada vagina.
Vagina juga butuh “bernafas”. Dan cara terbaik adalah secara alami dengan celana dalam berbahan katun dan jika ada yang berwarna terang. Simpan dan pakai celanadalam yang lucu untuk momen yang special saja.
0 komentar :